Pages

Blink 182

Masi menunggu kehadiran mereka di Indonesia, I Hope..

I Made nanoe Biroe

Musisi Bali yang inspiratif

Bali

Is Still Charming but have many internal problem

Monday, March 3, 2014

Pura Gambur Anglayang, sebuah cermin toleransi



Kali ini saya pengen menulis tentang yang namanya TOLERANSI..

Miris ga sih liat berita di TV tentang peperangan antar warga karena perbedaan suku ras dan agama? sampai bunuh-bunuhan.. Ngeri rasanya. Seakan-akan negara kita ini adalah negara bar-bar yang sangat mudah disulut emosinya jika bersinggungan dengan masalah agama. Agama masi sangat sensitif di negara ini. Padahal bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sopan, ramah dan santun, tapi berita-berita itu sudah membuktikan bahwa bangsa kita yang dikenal sebagai bangsa yang ramah masi dipertanyakan.. Kemana larinya keramah-tamahan tersebut.

Sebagai contoh kecil,
Jaman sekarang sudah jaman internet, banyak orang sudah bisa berekspresi di internet. media sosial adalah salah satu media di internet yang sangat trend di masyarakat saat ini. SARA tidak lepas juga selalu menjadi topik pembicaraan di media sosial. Saya sering membaca beberapa topik yang membahas agama, apabila ada satu orang memberi komentar yang sedikit menyinggung tentang agama, orang lain pasti akan panas, pasti akan selalu ada perdebatan yang tidak ada pangkalnya, hanya memperdebatkan "AGAMA SAYALAH YANG PALING BENAR".. huuffhh ga ada habisnya.

Toleransi beragama belakangan ini sepertinya sulit sekali ditemui di negara ini, walaupun masih ada harapan di beberapa daerah hidup berdampingan berbeda suku dan agama masi tetap damai dijalani.

Saya tidak ingin menjadi seorang pakar yang membahas keanekaragaman suku dan agama di tulisan kali ini. Tapi ada satu pengalaman saya yang membukakan mata saya bahwa sebenarnya toleransi beragama sudah diterapkan oleh nenek moyang saya, nenek moyang kita sendiri di masa yang lalu.



Suatu hari, sekitar bulan Juni 2012, saya berkesempatan diajak untuk mengunjungi sebuah pura di Kubutambahan, Buleleng bagian timur, beberapa kilometer kota Singaraja ke arah timur, jalan raya Singaraja - Amlapura. Om Tut, adik Ibu saya, menceritakan ada sebuah pura yang unik menurut saya. Apa sih uniknya?
 Saya menemukan artikel di google, menjelaskan tentang pura ini.


Pura Gambur Anglayang
Demokrasi dan Toleransi dari Pura Gambur Anglayang

Daerah Pantai Utara (Pantura) Bali, terutama di bagian timur, terdapat banyak situs yang bisa dijadikan semacam cermin untuk melihat wajah manusia Indonesia di masa lalu. Wajah manusia yang beragam--berbeda suku, agama dan ras -- namun mereka tetap hidup dalam satu ruang yang damai, rukun dan aktif. Dari situs-situs itu bangsa Indonesia bisa belajar tentang interaksi sosial, budaya dan kerukunan antarmanusia. Salah satu di antaranya adalah Pura Negara Gambur Anglayang yang berlokasi di Desa Kubutambahan, Buleleng. Seperti apa kearifan peradaban masa lalu yang bisa dipetik dari pura ini, khususnya dalam konteks menciptakan kedamaian dan keutuhan bangsa?


SETELAH bom meledak di Legian, Kuta, 12 Oktober lalu, banyak kalangan cemas: jangan-jangan konflik horisontal juga turut meledak di Bali, seperti yang terjadi di Ambon, Aceh, Palu dan lain-lainnya, yang akhirnya bisa meluluhlantakkan, tanpa sisa, seluruh tatanan kehidupan ekonomi dan sosial. Namun apa yang dicemaskan tak pernah terjadi. Masyarakat Bali--masyarakat yang hidup di Bali-- dari suku, agama dan ras mana pun mereka berasal, malah bahu-membahu menanggulangi bencana dahsyat itu.
Tentu saja, masyarakat Bali sesungguhnya telah belajar banyak dari kearifan masa silam, misalnya bagaimana hidup bersama dalam keberagaman, seperti yang tertera dalam situs-situs purbakala. Salah satunya adalah situs yang terukir pada Pura Negara Gambur Anglayang di Desa Kubutambahan, Buleleng. Di pura itu terdapat delapan pelinggih unik yang mencerminkan unsur keberagaman dalam sebuah ruang damai. Ada pelinggih Ratu Bagus Sundawan dari unsur Suku Sunda, pelinggih Ratu Bagus Melayu dari unsur ras Melayu, Ratu Ayu Syahbandar dan Ratu Manik Mas yang menunjukkan unsur Cina atau Buddha, pelinggih Ratu Pasek, Dewi Sri dan Ratu Gede Siwa yang mencerminkan unsur Hindu serta yang paling unik pelinggih Ratu Gede Dalem Mekah yang memperlihatkan unsur Islam. Belakangan dalam pura itu juga dibangun sebuah padmasana.

Pura itu terletak di tepi Pantai Tabaning, Kubutambahan. Tabaning berasal dari kata Kuta dan Baneng. Kuta berarti benteng dan baning berarti batu-bata. Dulu, sekitar abad ke-13 Kubutambahan merupakan sebuah benteng di sebuah laguna atau danau yang luas.
Informasi yang dikumpulkan dari tokoh masyarakat setempat, seperti Drs. Putu Armaya, Bendesa Adat Jero Warkandia dan Ngurah Paramartha -- budayawan yang sejak tahun 1990-an aktif meneliti keberadaan pura-pura di Kubutambahan, menyebutkan Pura Negara Gambur Anglayang didirikan pada tahun 1260 (abad ke-13). Saat itu, Kubutambahan merupakan tempat di mana laut bertemu dengan sebuah danau. Tepat di titik pertemuan laut dan danau itulah sekarang merupakan Pura Negara Gambur Angelayang. Di lokasi itu, dahulu merupakan pelabuhan dagang yang dinamakan Kuta Baning. Pelabuhan dagang itu dikelilingi benteng untuk pengamanan karena merupakan pusat perdagangan seluruh Nusantara. Sebagai pusat perdagangan, daerah ini didatangi berbagai jenis manusia dari suku, agama dan ras yang berbeda-beda.

Karena tempat itu dipercaya bisa memberi mereka kehidupan, berbagai manusia berlainan keyakinan dan kepercayaan itu membangun sebuah pura. Pura ini merupakan lambang dimana agama dipercaya sebagai satu tujuan manusia, dari mana pun ia berasal.

Pura Negara Gambur Anglayang hanyalah salah satu dari situs yang tersebar di wilayah Buleleng Timur. Ada delapan pura lagi yang tak bisa dilepaskan dari keberadaan pura Gambur Anglayang, yakni Pura Puseh Penegil Dharma, Pura Pingit, Pura Meduwe Karang, Pura Patih, Pura Dalem Puri, Pura Pande, Pura Sang Cempaka, dan Pura Candra Manik. Semua pura ini memiliki kaitan yang tak bisa dicerai-beraikan. Berdirinya pusat spiritual ini bisa dilacak mulai dari abad ke-9 ketika rombongan Sri Kesari Warmadewa melakukan perjalanan dari Prambanan-Kahuripan terus ke ujung Pulau Jawa atau Prawali yang kemudian dikenal dengan nama Bali. Perjalanan itu dilakukan karena ia sangat meyakini adanya nur (sinar) Tuhan di ujung timur Pulau Jawa itu. Sampailah Warmadewa di sebuah laguna atau danau yang sangat luas yang mempunyai muara ke laut, tempat di mana nur Tuhan itu diyakini berada. Tempat itu disebut kawista atau kawi prayascita. Lokasi itu tak lain di Buleleng Timur.
Di tempat itulah Raja Sri Kesari Warmadewa, membangun istana sebagai pusat pemerintahan dan pusat agama. Sri Kesari Warmadewa kemudian mengangkat Resi Markendiya menjadi Kuturan atau Senapati Kuturan, sebagai penasihat spiritual raja.

Sebagai pusat dagang, pemerintahan dan spiritual, kerajaan itu banyak didatangi orang dari berbagai daerah lain, bukan hanya di Nusantara, juga dari Melayu, Cina, Babilonia dan lain-lainnya. Jejak-jejak sejarahnya tersebar dalam situs-situs pura di Kubutambahan, serta masih banyak lainnya yang belum bisa diungkapkan.
Seperti apa pun perjalanan sejarahnya, situs Pura Gambur Anglayang bisa memberi pelajaran penting tentang kerukunan yang terjadi di masa lalu. Tak ada konflik ras, agama atau suku. Segalanya disatukan dalam ruang damai. Bahkan budayawan kondang Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun yang sempat mengunjungi pura itu baru-baru ini tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya. Ketika menyaksikan delapan pelinggih penting itu, ia lantas berujar lantang: "Pemimpin-pemimpin Indonesia harus belajar dari Pura Gambur Anglayang di Kubutambahan ini".
Di pura itu Cak Nun mengaku melihat adanya kearifan nenek moyang yang harus ditiru. Nenek moyang kita, katanya, jauh sebelum mengenal istilah demokrasi dan toleransi ternyata telah menciptakan suatu masyarakat demokratis dengan toleransi yang tinggi. Tanpa tujuan muluk-muluk mereka telah menyatukan keberagaman dalam sebuah ruang kehidupan sosial dan spiritual yang tinggi.
Emha bahkan berani mengatakan, Pura Gambur Anglayang ini merupakan perwujudan masa depan Indonesia. Masa depan Indonesia, katanya, telah tergambar dalam pura tersebut. Untuk itu Cak Nun mengundang para pemimpin Indonesia untuk datang ke Kubutambahan, belajar tentang kerukunan dan masyarakat madani.

Dari Daratan Cina
Dilihat dari luar, Pura Gambur Anglayang tidak memiliki keunikan yang berbeda ketimbang pura lain di Bali. Ia juga memiliki penyengker dan bangunan-bangunan pelinggih yang motifnya juga tak jauh berbeda dengan ukiran pura lain di Bali. Yang unik hanya nama-nama pelinggih-nya yang mencerminkan berbagai suku dan agama di dunia.
Ngurah Paramartha menjelaskan, pura itu telah mengalami perbaikan berkali-kali. Setiap kali terjadi perbaikan, pura itu juga mengalami perubahan arsitektur sesuai dengan zamannya. Saat ini, bentuk dan pembagian ruang pura itu disesuaikan dengan arsitektur Bali umumnya. Hanya saja, beberapa simbol dari agama-agama tertentu tetap dibiarkan menjadi ciri khas pura itu. Misalnya, pada pelinggih Ratu Ayu Syahbandar dan Ratu Manik Mas tetap terdapat simbol-simbol Cina. Bahkan pada bangunan piasan khusus untuk Ratu Syahbandar terdapat lukisan perahu yang sedang bergerak di tengah laut. Lukisan itu menunjukkan perjalanan Ratu Syahbandar dari daratan Cina ke Kubutambahan. Selain itu, pada pelinggih Ratu Bagus Melayu masih terdapat ukiran-ukiran khas Melayu yang kini banyak ditemui di daerah Jambi dan Riau.

Menurut Paramartha, seluruh pelinggih itu dipuja oleh seluruh warga Kubutambahan, tanpa membeda-bedakannya. Selain itu, beberapa warga keturunan juga banyak melakukan pemujaan ke pura tersebut.
Sumber : babadbali.com





Sudah bisa menemukan keunikan dari pura ini??

Saya sebenarnya sering melewati jalan menuju ke pura ini apa bila saya menuju ke kampung saya di Madenan, cuma saya tidak tau ada sebuah pura yang bersejarah didaerah Kubutambahan itu.
Yang ada di kepala saya saat saya tau pelinggih-pelinggih di Pura itu adalah, 
"Kok bisa ya ada pelinggih yang agamanya atau sukunya beda dengan yang di Bali..??"
Sama sekali tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya, makanya saya tertarik untuk berkunjung dan sembahyang di Pura ini.
Dalam pura tersebut berderet beberapa pelinggih, diantaranya (yang saya lihat)  Ratu Bagus Sundawan (Sunda), Ratu Bagus Melayu (Melayu Sumatera), Ratu Ayu Syahbandar dan Ratu Manik Mas (Cina), Ratu Dalem Mekkah (Islam), Ratu Pasek, Dewi Sri, dan Ratu Gede Siwa sebagai pelinggih yang menunjukkan ajaran Siwa.
Bagaimana pemujaan terhadap pelinggih Islam atau Cina yang saya tau berbeda dengan Hindu..??
Ini lah yang membuat saya antusias akan Pura ini.
Dari artikel diataslah saya baru mengerti secara singkat, bahwa Pura ini adalah salah satu bukti bahwa Bali pernah dikunjungi oleh berbagai bangsa, karena Buleleng posisinya di pinggir pantai sebagai pintu masuknya para pedagang di jaman perdagangan dulu. 
Dan pelinggih-pelinggih tersebut ada untuk menghormati para lelehur yang pernah datang ke Bali saat itu dan sebagai bentuk toleransi. Sangat menakjubkan..!!
Menurut saya, simbul keberagaman Nusantara direfleksikan di Pura ini.

Kata Om Tut, saat odalan, Pura ini banyak dihiasi kober (bendera sakral) dan kain-kain yang didominasi oleh warna Merah dan Putih.. NUSANTARA..!! 

Ada hal lain yang membuat saya lebih tertarik sembahyang di Pura ini adalah, menurut Om Tut, jika mempunyai sebuah keinginan yang tulus dan baik yang ingin saya dapatkan, saya bisa bisa memohon di pelinggih Ratu Ayu Syahbandar. Percaya tak percaya, saya selalu yakini, dengan niat yang tulus, saya memanjatkan doa dan memohon restu atas permintaan yang ingin saya dapatkan.
Permintaan saya apa..??
Hehehe.. Rahasia dunk :p
   
 
Sekilas pura ini  kecil, sama seperti halnya pura-pura di Bali pada umumnya, tampak sepi di hari-hari biasa (kebetulan saya berkunjung siang hari saat Hari Raya Pagerwesi), Pura ini berdiri tidak jauh dari bibir pantai, areal pura tidak begitu luas, dan di dalam jeroan Pura, lantai dipenuhi oleh bebatuan kerikil. Tidak beralaskan rumput seperti halnya kebanyakan Pura. Walaupun Pura ini terdapat beberapa pelinggih dari asal usul yang berbeda, secara umum, bentuk pura tidak jauh berbeda dengan pura-pura pada umumnya, dihiasi dengan ukiran-ukiran khas Bali yang terbuat dari ukiran bisa/pasir. Yang membedakan pelinggih-pelinggih tersebut adalah, adanya lukisan-lukisan dan beberapa patung yang menjadi identitas pelinggih masing-masing, seperti halnya pada pelinggih Ratu Bagus Sundawan, terdapat lukisan (entah manusia entah Dewa) yang berpakaian  ciri khas Sunda, dan di Pelinggih Ratu Bagus Melayu, terdapat sedikiti corak ukiran khas Melayu seperti halnya di Sumatera. Pada pelinggih Ratu Ayu Syahbandar, terdapat lukisan sebuah Kapal yang mengungi Samudera, menggambarkan kapal dagang Cina yang terkenal mengarungi samudera di Bumi ini. Bagaimana dengan pelinggih Ratu Dalem Mekkah?? Saya tidka melihat sebuah corak mekkah/islam/arab yang ada pada pelinggih tersebut. Entahlah, tapi saya yakin dengan apa yang dilihat oleh mata bathin Om Tut, beliau melihat Kubah besar ada pada pelinggih tersebut. Saya percaya aja, karena ga bisa melihatnya sama sekali :D

Mungkin belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan Pura ini, malah tokoh budaya Cak Nun saja pernah berkunjungi ke Pura ini, dan kata Om Tut, beliau pun sholat di hadapan pelinggih Ratu Dalem Mekkah. (Kalo yang ini entah benar apa nggak) Hihi.. :D
Mungkin juga, Pura ini hanya dikunjungi oleh masyarakat Kubutambahan saja, karena belum banyak yang tau, padahal Pura ini memiliki keunikan yang bisa membuka mata kita akan sebuah TOLERANSI. 


Saya merasa tidak banyak yang bisa saya gambarkan tentang Pura Gambur Anglayang pada tulisan ini, tapi setidaknya, bagi teman-teman yang belum tau, bisa menjadi salah satu tujuan spritual yang patut untuk dikunjungi..



Salam :) 






Baca juga : 

Thursday, February 27, 2014

My Favorite Games

Ada yang suka main game..??
Kalo ada yang ga suka, berarti hidupnya ga asik.. Hihi..


Oke, saya pengen cerita tentang pengalaman saya tentang game, game yang ingin saya ceritakan ini adalah game di sebuah gadget game, bukan game petak umpat atau sebangsanya, mungkin lain kesempatan saya ingin meceritakan itu.

Saya sebenernya bukan seorang maniak game, saya hanya tau sebuah game dari teman-teman yang sering memainkannya, saya hanya ga pengen ketinggalan hal yang seru aja,..

Saya cerita dari awal saya mengenal game..

Di jaman saya kecil, saya masi sering mamainkan permainan-permainan tradisional di lingkungan rumah bersama teman-teman seusia saya waktu itu, tapi di jaman itu juga sudah mulai bermunculan nenek moyangnya gadget game. Dan hanya beberapa teman saja yang bisa mempunya gadget itu, saya yang berasal dari keluarga sederhana, ga sanggup beli, cukup melihat teman mempemainkannya saja saya sudah senang, hehe..

Oke, saya mulai..

1. Gimbot.
Entahlah tuh gadget ejaannya yang bener kaya gimana, yang pasti tuh barang sering dengernya bernama gimbot. Gimbot sangat sedikit yang punya pada saat saya masi kecil, seringan nyewa di abang-abang tukang maenan, mungkin Rp 100 dikasi maen 10 menit saja. Hahaha.. Lumayan lah mengibur, padahal gambar ga jelas, cuman pencet-pencet bersuara aja sudah senang, lucunya satu gimbot biasanya cuman satu permainan saja...









Semua game diatas pernah saya mainkan, walopun gak mahir, tapi pernah mengalami di jamannya.. Hahaha..
Favorit saya adalah Tetris, bahkan ni game masi sering saya mainnya waktu sudah masa SMA, padahal gimbot itu punya adik, lucu aja, apalagi gimbot tetrisnya yang bisa ngomong, kalo salah naro, ada yang nyaut.."Bego luu..."  Hihihi..




2.Ding Dong


Console ini sudah lebih canggih dari gimbot, belum pernah saya temukan jaman itu ada yang punya dingdong dirumah, waktu kecil saya menemukan game ini di sebuah toko persewaan, waktu itu di Singaraja, ada di dekat Pelabuhan Buleleng, Singaraja Theatre. Banyak anak anak yang bolos sekolah gara-gara nih game, hahaha... 
Favorit game di dingdong jaman itu adalah Street Fighter,.
Masi ingat di kepala saya, gimana saya menangis merengek ke Bapak agar diajak maen ke tempat ini.. ya namanya anak kecil.. Hehe..
Mungkin saat ini dingdong masi ada beredar, biasanya masi saya lihat di timezone, atau di 21, tapi grafik videonya sudah lebih canggih dari jaman dingdong yang dulu pernah saya mainnkan waktu kecil.

3. Nitendo


Sebenarnya Nitendo itu merk sebuah console, tapi di jaman itu, video game diistilahkan dengan nama Nitendo, hanya ada 2 orang teman saya yang punya Nitendo di sekitaran rumah, keren dunk waktu itu liatnya, gamenya sudah bisa dimainkan di TV dengan layar yang lebih besar, ga perlu ke persewaan dingdong. Saya sih hanya numpang duduk di rumah temen liatin dia yang maen, kalo diajak maen, baru bisa memainkan gamenya Hahaha.. 
Banyak game yang sudah bisa dimainkan di console ini, walopun gambar masi kaku, tapi sangat keren di jamannya.
Mario Bros, Contra, Battle Tank, dan masi banyak game yang saya sukai dari console ini..
Saya masi ingat, karena jaman itu kaset Nitendo ini ga ada persewaan dan apalagi bajakannya, saya hanya bisa pinjam ke temen. Bahkan sebuah adaptor untuk power game ini sering saya pinjem ke teman, karena adaptor punya saya sudah rusak.. Hihi..
Bahkan dulu saat belum punya Nitendo ini, saya bela-belain ke pasar tempat persewaan nitendo cuman buat maen game Road.. Hihihi...

  

Ada yang ingat dengan gambar-gambar dibawah ini?








Kalo kalian pernah memainkan game ini, masa kecil kalian sangatlah luar biasa. Hahaha


Console Game ini masi tetap eksis dikala jaman game sudah maju dengan yang lebih canggih seperti SEGA dan Playstation.. Dan Lucunya, ada jenis Nitendo ini yang meniru model kedua console tersebut, tentu dengan isi yang sama dengan Nitendo yang jadul hihi



4. Super Nitendo
Masi dari Nitendo, tapi teknologinya lebih canggih, saya hanya punya satu temen yang memiliki game ini, makanya pernah merasakannya. Sebenarnya, sebelum Super Nitendo, ada SEGA, cuman karena temen-temen saya ga ada yang punya, jadi saya ga begitu tau merasakan game di SEGA.
Game-game di Super Nitendo grafiknya lebih bagus, ga sekaku di Nitendo, dan kebetulan dulu game favorit saya di Super Nitendo adalah Dragon Ballz

     
5. Playstation 1
Console game keluaran SONY ini sangat fenomenal di jaman kemunculannya pertama kali, karena teknologi game 3 dimensi dimulai dari Playstation. saya penasaran dunk.. Untunglah ada temen yang punya (maklum belum sanggup beli, harga lumayan Hahaha..) Waktu itu lumayan terkagum-kagum melihat Playstation 1, gambarnya sudah 3 dimensi, kereennn..
Game favorit  yang sering saya mainkan waktu itu adalah CTR, Tekken, dan Winning Eleven pastinya. Banyak game yang bisa dimainkan di Playstation ini, CD bajakanya sangat mudah ditemui dan harga tidak mahal, tapi cuma tiga game itu aja yang paling sering saya mainkan bersama teman.


  




Persewaan Playstation pun bermunculan di Singaraja waktu itu, saya masi ingat pertama kali menyewa Playstation seharga 4.000 sejam. Dan tetap yang dimainkan hanya tiga itu aja.. Hehe..

6. Playstation 2 
Masi sama dengan nama Playstation, tapi ini adiknya, lebih canggih, grafik game lebih keren tentunya, mata lebih adem liat TV, saya pun dulu sering maen game ini, game favorit tentunya tetao Football, kalo ga salah si entah PES ato FIFA namanya, lupa, yang pasti bola lah.. Walopun ga punya, masi banyak persewaan yang ada di Singaraja waktu itu, jadi saya dan teman-teman rela menghabiskan waktu berjam-jam cuman buat tanding PS2. Praktis, ga ada game lain lagi yang saya mainkan dari PS2 ini Hehe..


7. PC Games.
Setelah PS2 mucul lah PS3 sebagai penerusnya, lebih canggih. Dan memiliki pesaing yaitu X-Box, yang masi bola menjadi game favorit, cuman saat itu saya sudah mulai  bekerja, sudah ga banyak waktu ngumpul bersama  teman hanya untuk ketawa-tawa bermain games, dan karena saya bukan maniak game, membeli sebuah console game ataupun sebuah handle game seperti PSP, bukan menjadi  prioritas saya waktu itu. Jadi saya hanya memainkan game-game yang di PC saja, sekedar mengisi kejenuhan.
Pilihan game di PC pun banyak, bahkan bisa dilengkapi dengan stik  seperti hal-nya PS untuk maen game bola/PES/FIFA. Hanya hanya memainkan game bola kao ada lawan tanding saja.
Di kantor semua PC terhubunga LAN, jadi seru dunk maen game online antar temen kantor, game yang paing populer saat itu adalah Counter Strike, banyak seri dan jenisnya, yang kami mainkan biasanya Counter Strike - Condition Zero.

   

Menurut saya sih nih game ngebosenin, cuman maen rame-rame itu yang ga ngebosenin, seru aja ketawa-ketawa sehabis kerja. Tapi kalo sepi, maen sendiri, maen CS ini ga seru lah.


Game PC lain yang sering saya mainkan dulu adalah Championship Manager dan Football Manager. Biarpun ga online, nih game bener-bener bikin saya sering begadang. Layaknya seperti manager sebuah klu, kita yang mengatur semuanya, Seru nih game, tiap tahun saat musim baru bergulir, dan seri terbaru selalu saya tunggu kehadirannya. Bahkan saat opname di rumah sakitpun saya masi sempat-sempatnya pegang laptop untuk memainkan game ini, parah hahaha..



Lanjut lagi tentang games PC..
Iseng-iseng saya mencoba sebuah game yang katanya digandrungi kaum wanita, yaitu The SIms. Sebuah game alter ego, pemain memiliki kontrol sepenuhnya terhadap karakter yang kita bentuk, dan melakukan aktifitas sehari. Ni game lumayan berat  waktu itu, laptop rada lemot karena grafiknya memnang butuh VGA yang gede.

 
Yang saya suka dari game ini adalah, gimana kita bisa mengatur karakter yang kita mainkan sama seperti real life kita, khususnya, yang saya suka adalah, bekerja, mengumpulkan uang, dan mendesign rumah sebagus yang kita inginkan, saya lebih suka saat mendesign rumahnya.
 Istilah "Woohoo" ada dalam game ini, yang pernah memainkan game ini, pasti suka dunk ... Hihihi...

Game lainnya, salah satu game kecil, tapi lumayan banyak yang memainkannya saat itu, sebuah game strategi, tapi lucu, yaitu Plant & Zombie. Gamenya lucu, ringan, portable, tapi cukup membutuh kan strategi untuk menang dalam game ini. Saya cenderung lebih suka game ini, daripada game Angry Bird yang kemunculannya ga jauh berselang.

  
Sebenarnya ada banyak lah game yang saya mainkan di PC, tapi yang diatas adalah favorit saya.


8. FB Games.

Munculnya Facebook di Indonesia lumayan fenomenal, bahkan masi sampai saat ini, facebook masi aktif, salah satu fitur yang menarik di facebook adalah gamenya, facebook bekerja sama dengan developer-developer game, tentu gamenya bukan game besar atau berat, hanya butuh koneksi dan flash player, tapi waloupun demikian,  bukan berarti game-game di facebook nggak bikin ketagihan. Sistem leveling yang rata-rata di game facebook lah yang membuat game-game tersebut menjadi buat ketagihan,. Banyak sekali pilihan game yang ada, selalu saja ada notifikasi request game yang dikirim oleh teman-teman di facebook Hihi..
Saya hanya mencoba beberapa saja, salah satunya adalah Mafia War, salah satu game terlaris di facebook saat itu. Cuman saat itu saya ga begitu lama memainkannya,  keburu bosen Hehe..
Saya mencoba game yang lain, itu pun nyobanya karena ada invite dari teman-teman. Sampai akhirnya saya ketemu lagi dengan The Sims Social, The Sims versi game social facebook, ga jauh beda dengan game aslinya, tetap alter ego, hanya grafiknya saja yang lebih kecil. Masi sama, saya lebih suka mengatur dan mendesign rumah, yang seru adalah kita ngerayu cewe di game dengan orang yang kita bisa lihat dan tau siapa sebenarnya yang memainkannya, lucu dunk "Woohoo" di game Hahaha....
Game ini paling lama saya mainnkan di facebook dibandingkan game-game yang lainnya.


9. iOS Games.
Selanjutnya adalah games yang saya mainkan semenjak saya memebang iphone. Banyak pilihan game di iphone, dari yang paling ringan sampai berat.Sudah beberapa game saya mainnkan, tapi ada dua game yang paling lama saya mainkan. Kedua games ini dibesut oleh satu developer yang sama, yaitu Supercell. Sudah bisa ditebak, Hayday dan Clash of Clan.
Saya memainkan game ini tau dari teman, cenderung diracuni oleh teman.. Hehe..
Awalnya saya hanya memainkan Hayday, lucu, gambarnya bagus, cuman lama-lama bosenin, untuk upgrade sesuatu kita membutuhkan item-item yang harus kita kumpullan dan sulit untuk didapatkan, inilah yang membuat saya berhenti memainkan game ini.

Nah game yang kedua adalah Clash of Clan


Mungkin saya akan bercerita lebih panjang tentang game ini, karena sampai detik ini masi saya mainkan dan sangat membuat kecanduan, bahkan cenderung bisa mebuat lupa real life kita... Hahaha parah..
Saya memainkan game ini hampir 2 tahun lamanya, tidak lama semenjak game ini dilaunching. Grafik yang bagus, online, strategy, social, dan sistem leveling mebuat game ini menarik, ini adala game online strategi yang pertama kali saya mainkan, dan waktu itu masi eksklusif untuk iDevice saja (saat ini sudah di bisa android). Sebelum ada Clash of Clan ini, sebenarnya sudah banyak ada game online strategi, cuman karena saya ga begitu maniak game saya cukup tau saja, dan tidak pernah saya mainkan, eperti halnya bagaimana boomingnya game Dota, Point Blank, atau Travian misalnya. Game tersebut sangat banyak 'pecandunya' cuman saya sama sekali ga menyentuhnya. Baru Clash of Clan ini yang meracuni saya.

Device.
Karena saya punya Iphone, saya pun bisa memainkan game ini, cuman yan layar kecil, agak kurang nyaman rasanya, tapi tidak mengurangi minat tentunya hahaha. Game ini baru optimal dimainkan (dari segi grafik) minimal dimainkan di iphone 4, saya memulai game ini dari masi iphone 3gs, memang grafiknya aga jelek, chatroom tulisannya aga sulit dibaca.
Alangkah enak kalo dimainkan dengan ipad, lebih lega.
Gara-gara game ini, daya tahan baterai iphone saya pun jebol, karena waktu senggang sedikit saja, saya pasti login ke game ini, Hahaha..
Namun sekarang nih game sudah bisa dimainkan di Android, jadi HP/Tab Samsul bisa ikutan maen nih game .. Makin rame lah..

Free Games
Ya, ni game gratis di download.. Tap hati-hati dengan games yang free, karena kalo uda ketagihan dan ga sabaran, tetep aja bakal keluar uang,..
Kok bisa..? Ntar saya bahas dibawah.

Online
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, nih games adalah games online yang mebutuhhkan koneksi internet. Dibutuhkan koneksi internet yang stabil untuk memainkan game ini, kalo ga stabil, ditengah-tengah peperangan bisa disconnect, hal tersebut sangat mengesalkan.

Strategic
Ini adalah games strategi, membangun sebuah desa bukan berarti desa yang bagus dalam artian bagus dilihat, tapi bagaimana kita bermain dengan kemampuan kita untuk membangun strategi pertahanan desa kita jika diserang, dan strategi pasukan kita untuk menyerang.

Social
Clan adalah istilah yang digunakan dalam games ini, mungkin game lain ada yang menggunakan istilah Guild. Dari clan inilah kita bisa bersosial dengan orang lain, kenalan, sekedar sharing games, atau sekedar ngobrol apa aja di chatroom. Dari clan ini kita bisa saling bantu pasukan, tentu dengan batas-batas tertentu.



Secara umum seperti itulah game ini, misal infonya kurang (sudah pasti kurang), temen-temen bisa cek di website yang membahas tuntas semua tentang game ini di :      http://clashofclans.wikia.com/wiki/Clash_of_Clans_Wiki   

Semua hal yang berhubungan dengan game ini, secara detail dibahas disana, ya dengan bahasa Inggris lah... Hehe..

Sekarang saya pengen cerita tentang plus minusnya nih game..

Plusnya dulu.
Nih game grafiknya bagus,
Bisa membuat kita kreatif dalam membangun stategi menyerang dan bertahan.
Sistem leveling yang membuat kita selalul ingin menaikkannya dan menjadi terus memainkannya.
Sound games-nya bagus, saya suka memainkannya dengan earphone, lebih real.
Inovasi-inovasi baru dalam tiap updatenya, jadi ga jenuh, ingin mencoba lagi mencoba lagi tiap unit yang dikeluarkan.
Seru ada berantem-berantemnya, ada drama di chatroom, karena kita bener-bener chat sama manusia beneran hehe..
Ada senengnya saat menang, ada keselnya saat kalah, sampe stres.. hahaha..
Yang pasti menghibur.

Minusnya, 
Game ini didesign sedemikian rupa untuk membuat pemainnya susah untuk sabar, untuk mengupgrade sebuah unit, ada yang sampai memakan waktu 2 minggu. Kita harus sabar menunggu jika kita ga mau keluar uang. 
Gems, itulah istilah batu ajaib yang bisa membuat waktu yang lama itu bisa selesai hanya dengan sekali tap. Nah tentu gems tersebut harus kita beli dengan uang sungguhan. Disinilah ga gratisnya nih game.
Intinya, kalo mau sabar, ya ga keluar uang, kalo ga sabaran, beli gems, dan tap, beres.
Tapi balik lagi, nih games emang didesign pemainnya susah sabar.. Hihihi..
Dan jeleknya nih games, pemain yang super identik dengan gems yang banyak, dengan membeli banyak gems, dia dengan sangat mudah memiliki char yang kuat, dan dialah budak Supercell hehehe..


Sekilas tentang memainkan game ini..
Pemain memiliki desa, dengan pasukan dan unit-unit pertahanan yang bisa kita buka dalam  tahap-tahap tertentu. Dan pasukan serti unit pertahanan tersebut bisa kita upgrade ke level yang lebih tinggi menggunakan Gold dan Elix (source dalam game, bukan uang beneran). Untuk dapat mengupgrade unit-unit tersebut, kita membutuhkan source, yang kita dapat dari Mine dan Collector dan yang paling efisien adalah ngejarah desa orang. Makin banyak kita membutuhkan source, makin sering kita ngejarah desa orang, ajaran ga bener nih,.., Hihi..

Ada dua tipe pemain dalam game ini.. yaitu pemain yang Farming dan pemain yang Tropi Hunting.

Farming adalah seperti yang saya jelaskan diatas, mengumpulkan source sebanyak-banyaknya untuk mengupgrade unit pertahanan dan penyerangan kita. Selama levelnya belum mentok, farming biasanya akan terus berlanjut.
Nah farming ga berlaku buat juragan gems, karena dengan gems-nya yang banyak, dia tinggal klik dan klik, source banyak,. unit pun terupgrade.
Hal yang menyebalkan adalah, saat kita sudah farming sekian lama, dan sudah mencapai level mentok untuk unit-unitnya, lalu muncul update terbaru, untuk menambah unit baru atau menambah level untuk kita upgrade lagi, jadinya farming lagi, farming lagi, ga ada habisnya.

Yang kedua, Thropy Hunting.
Thophy merupakan sebuah tolak ukur 'kehebatan' seorang pemain, di game ini, level bukan ukuran pemain itu hebat, tapi tropi. Sejumlah tropi bisa kita dapatkan dengan memenangi sebuah peperangan, baik menang dalam menyerang ataupun menang dalam bertahan, jadi level tinggi tidak menjamin dia bisa meraih tropi yang tinggi.
 Thropy Hunter ga perduli dengan source, dia akan menyerang musuh dengan target menabah tropi sebanyak-banyaknya sampai bosen atau bahkan bisa menjadi top player global. Tapi musuh-musuh di tropi tinggi sangatlah berat, dibutuhkan skill bermain yang mumpuni.




Kurang lebih seperti itulah game ini.
Diawal saya memainkannya, masi belum banyak yang memainkan, sekarang sudah banyak, apalagi setelah ditambah bisa memainkannya di android.

Yang penasaran ingin memainkannya, silahkan memainkannya, asal jangan nyesel kalo sampe ketagihan, apalagi sampai beli gems.

Sejauh ini saya bermain di dua clan, KASKUS WARRIOR, yang berubah nama menjadi KASKUS ELITE, dan GARUDA ARMY.
Lumayan bisa kenalan dengan teman-teman baru, dan lumayan juga bikin nih baterai iphone jebol,..., Hahaha..

Trus saya level berapa? tropi berapa? beli banyak gems gak..??


Ssssttt.. ga usah dibahas kalo itu, ga penting,.,. Hahaha..